Matematika dan Ahmadiyah

18 Jun 2008

Pernah belajar matematika ? Kalau begitu anda pasti tahu jawaban berapa 1 + 1. Hmmm saya yakin mayoritas kita akan menjawab 2. Tapi percayakan anda kalau saya katakan saya punya seorang teman yang sangat yakin bahwa 1 + 1 itu adalah 3. Menurutnya jawaban 2 adalah konstruksi sosial, penafsiran mayoritas yang diakui sebagai kebenaran tunggal.

Awalnya saya membantah teman saya tersebut. Saya pikir hanya orang gila yang mengatakan 1+1=3. Namun yang menarik adalah teman saya bisa menrangkan argumennya. Alasannya adalah ; tak ada didunia ini benda yang benar-benar bulat dan sama. Contohnya ada 1 apel… ditambah satu apel… apakah jawabannya dua? tergantung… apa definisi kita tentang 1 apel tersebut… apa tafsir kita tentang sebuah apel. Berat nya? warnanya atau apa…

Saya yakin andapun akan mengatakan teman sayas tersebut kurang waras… tapi kalau saya katakan dia kuliah di jurusan filsafat anda (seperti saya) pasti akan berkata… ooo.. pantes kuliahnya di filsafat. Yaa wajar saja kalau dalam ilmu filsafat itu 1+1 bisa tiga..

Saat bercakap-cakap .. datanglah seorang teman saya yang kuliah di jurusan matematika. Mendengar pembicaraan kami dia langsung menimpali… bener.. menurutku 1+1 memang 3. mendengar komentar tersebut.. teman saya yang anak filsafat terdiam.. dan berkata pada anak matematika tersebut…. hmmm sebagai orang matematika kamu sudah sesat. Kamu harusnya masuk filsafat mad. Si ahmadiyah hanya diam terpaku…

He he anda mungkin tidak akan percaya kalau saya katakan teman saya tersebut bernama Ahmadiyah. Saya pikir teman saya Ahmadiyah harus mulai menentukan… dijurusan manakah ia kuliah. Apakah ia anak matematika, atau anak filsafat. Jika mengaku matematika maka tentu saja mereka harus mengikuti standar ilmu yang ada. Dia harus bisa menerima 1+1=2. Tapi jika tetap bersikukuh 1+1=3 maka tentu saja teman saya tersebut sebaiknya masuk jurusan filsafat. karena jika tidak ia bisa digebukin anak-anak jurusan matematika… atas tuduhan pencemaran ilmu matematika.

Sejak saat itu.. saya berniat. Saya akan belajar lebih giat.. menguasai dalil-dail dan rumus2 matematika. Agar suatu saat nanti.. saya tidak di kibuli oleh anak filsafat yang mengaku matematikawan.
hmm ngomong-ngomong…. apa jurusan anda ?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post